Sabtu, 26 Januari 2019

PAMERAN ONLINE/DISEMINASI ONLINE

PRODUK UNGGULAN KKN 54 DESA SOKET LAOK
      

1.    Instan temulawak (curcuma instant)
Instant temulawak merupakan produk unggulan KKN 54. Temulawak banyak ditemukan di desa Soket Laok terutama dusun Gundul. Temulawak tersebut tidak pernah dimanfaatkan dan dibiarkan tumbuh liar. Zaman modern era revolusi industri 4.0 menuntut adanya kondisi yang serba praktis. Kami sebagai generasi milenial bersahabat menciptakan inovasi-inovasi baru yang lahir dari teknologi. Salah satu hal yang memanfaatkan kondisi serba praktis tersebut adalah pembuatan instan. Masyarakat Desa Soket Laok dituntut untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap optimal karena kerja mereka yang juga menguras tenaga dan pikiran. Kondisi tubuh yang sehat tentu saja tidak lepas dari pengonsumsian makanan dan minuman yang sehat pula, oleh karena itu kami melakukan inovasi dengan mengubah temulawak menjadi minuman kesehatan yang dapat dikonsumsi lebih mudah.

Minuman kesehatan sebagai produk pangan fungsional lebih menekankan pada peningkatan status kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit tertentu. Ada tiga faktor yang harus dipenuhi oleh produk minuman kesehatan, yaitu:
1. Produk tersebut haruslah produk pangan. Produk tersebut dapat dan selayaknya dikonsumsi sebagai bagian dari pangan sehari-hari
2.    Produk tersebut mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna
3.    Memberikan kegunaan tertentu dalam proses metabolisme tubuh.

Minuman kesehatan yang beredar di masyarakat dan dikenal sejak dahulu. Minuman yang kami buat berbentuk serbuk instan. Minuman dengan bentuk instan masih menjadi daya tarik di masyarakat karena penyajiannya yang mudah dan cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Instan temulawak berwarna kuning keorenan dikarenakan warna asli temulawak yang seperti itu. Instan temulawak tidak ditambahkan bahan-bahan adiktif untuk menjaga kemurnian khasiat dari temulawak itu sendiri. Temulawak instan yang kami buat terdiri dari bahan-bahan alami yaitu1 kg temulawak, 1 kg gula pasir, dan 1 liter air dan berkhasiat untuk menambah nafsu makan, menurunkan kolesterol, memperlancar asi, meringankan nyeri haid, menjaga kebugaran tubuh dan menurunkan demam.

Cara Membuat Instan Temulawak

Untuk mengetahui cara pembuatan yang lebih lengkap silahkan lihat di: 
https://youtu.be/4PWFnxYWVBA

Instan temulawak memanfaatkan teknologikristalisasi. Teknologi kristalisasi didasarkan pada pemanfaatan sifat gula pasir (sukrosa) yang dapat kembali membentuk Kristal setelah dicairkan. Sifat sukrosa sangat dipengaruhi oleh pH, jika pH larutan rendah (asam) maka proses kristalisasi tidak akan terbentuk dan larutan menjadi liat. Jadi, pada dasarnya semua bahan dapat dijadikan sebagai instan asalkan larutannya memiliki pH yang tidakasam. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa PH optimum yang dapat menghasilkan produk yang baik sekitar 6,7-6,8.

Instan temulawak yang telah dibuat oleh KKN 54 dilakukan pengujian menggunakan metode SNI 01—3553-3006. Setiap satu gram instan temulawak mengandung 0,87 % kadar air dan 37,50% serat kasar. Sedangkan sisanya mengandung vitamin C sebesar 1,23 mg/ 100 gram bahan.

Instante mulawak yang kami jadikan sebagai produk unggulan, kami jual dengan harga Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiah) untuk satu kantong berukuran sedang yang berisi 4 kantong berukuran kecil. 
Instan Temulawak Siap Jual

Cara Penyajian Instan Temulawak

2.      Genggols ( Nugget Bonggol Stick)
Di desa Soket Laok khususnya di dusun Gundul terdapat banyak potensi alam seperti tanaman pisang. Biasanya mayoritas masyarakat memanfaatkan buah pisang dan jantung pisang untuk dikonsumsi serta daun pisang sebagai pembungkus makanan. KKN 54 Soket laok menyulap bonggol pisang menjadi nugget yang siap makan. Bahan-bahan yang digunakan adalah bonggol pisang 2 ons, tepung terigu secukupnya, tepung panir/tepung roti, telur 4 butir, bawang merah 1 ons, bawang putih ½ ons, merica bubuk, garam, penyedap rasa.

Cara Membuat Nugget Bonggol Pisang

                   Untuk mengetahui cara pembuatan yang lebih lengkap silahkan lihat di:
                   https://youtu.be/irf-Ym5KB98

Nugget bonggol pisang yang telah dibuat dilakukan pengujian menggunakan metode SNI 01—3553-3006. Setiap 1 gram nugget bonggol pisang mengandung 50,29% kadar air, 6,19% kadar abu, dan 23,63% serat kasar. Seperti yang telah tercantum diatas, maka bonggol nugget pisang mempunyai khasiat untuk melancarkan pencernaan. Harga jual nugget bonggol pisang ini kami bedakan antara yang sudah digoreng dengan yang belum digoreng, yang sudah digoreng kami jual dengan hargaRp. 3.000,- (tiga ribu rupiah), dan yang belum digoreng dengan hargaRp. 5.000,- (lima ribu rupiah). 


Nugget Siap Jual

Pisah Kenang dan Pamitan KKN 54

Penutupan KKN 54 di Desa Soket Laok

Bangkalan – Hari Rabu (23/01/2019) pada pukul 19.00 WIB, kelompok 54 Kuliah Kerja Nyata Tematik Mandiri dari Universitas Trunojoyo Madura di Desa Soket Laok, melaksanakan program kerjanya yang terakhir yakni malam inagurasi dalam rangka penutupan dan pamitan kelompok KKN 54 kepada masyarakat Desa Soket Laok.

Berbeda dengan kelompok KKN yang lain, kegiatan penutupan KKN 54 ini dikemas dalam bentuk tasyakuran yang sederhana. Kegiatan dilakukan di teras rumah bapak Imron (Kepala Desa Soket Laok), dihadiri oleh perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda Soket Laok (GPS dan GARS). Meskipun sederhana, namun kegiatan ini berlangsung dengan khidmat. 

Malam penutupan ini, diawali dengan sambutan dari kordes KKN 54. "Saya dan teman-teman mengucapkan banyak terimaksih kepada masyarakat Desa Soket Laok yang telah menerima kami dengan sangat baik, bahkan kami dianggap seperti keluarga sendiri" ujar Ita ketika menyampaikan sambutannya. Di dalam kesempatan itu, Ita juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat, bilamana dia dan teman-temannya banyak melakukan kesalahan selama melakukan pengabdian di desa tersebut. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Soket Laok yakni Bapak Imron, dan sekaligus proses pemotongan tumpeng sebagai tanda penutupan KKN 54 di Desa Soket Laok.
Penutupan KKN 54 di Desa Soket Laok

Pada kegiatan malam penutupan ini, juga dilaksanakan pembacaan Yasin dan do'a bersama. Tujuannya sendiri tidak lain adalah agar mahasiswa dari kelompok KKN 54 ketika sudah kembali ke kampus bisa mendapat kelancaran dan kemudahan dalam menghadapi skripsi nantinya. Pembacaan Yasin dan Do'a bersama dipimpin oleh Ustadz Abdul Hamid. Kegiatan ini kemudian diakhiri dan dilanjutkan dengan makan bersama. (FNL)

Pembacaan Yasin dan Do'a dipimpin Ustadz Abdul Hamid

Jalan Sehat Berhadiah Bersama KKN 54

Foto Bersama Pemenang Hadiah Utama

Bangkalan - Hari Minggu (20/01/2019) KKN 54 UTM menyelenggarakan kegiatan jalan-jalan sehat. Sebagai proker penutup, kegiatan jalan-jalan sehat ini sekaligus sebagai ajang berpamitan epada warga masyaraat Desa Soket Laok. Dalam kegiatan ini, disebarkan 600 lembar kupon hadiah, yang dibagikan secara cuma-cuma alias GRATIS. Usut punya usut, ternyata kegiatan seperti ini baru kali pertama dilakukan di Desa Soket Laok ini loh. Wah.. keren kan??. Antuasiasme masyarakat khusunya anak-anak dan pemuda sangat terlihat dalam kegiatan ini, karena memang untuk peserta sendiri dari kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak masih sangat sedikit.

Kegiatan JJS ini dimulai pada pukul 06.00 WIB, diawali dengan kegiatan senam bersama yang bertujuan agar tubuh menjadi semakin sehat. Setelah itu, JJS pun dimulai acara dibuka langsung oleh  istri bapak kepala desa atau "Ibunda Ratu" begitu orang sini menyebutnya. Rute dari JJS ini juga tidak begitu jauh, start dan finish bertempat di halaman rumah bapak kepala desa, kira-kira membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk finish.

Kegiatan Senam Bersama

Setelah peserta mencapai finish, kemudian kegiatan diisi dengan acara hiburan yakni karaoke dan nyanyi bersama. Di sela-selanya kemudian diisikan agenda pengundian kupon. Kurang lebih 103 buah hadiah hiburan dan satu buah hadiah utama yaitu kompor gas dua tungku dibagikan dalam acara ini.
Proses Pengundian Kupon

"Sebenarnya target kami lebih banyak dari ini, tapi ya Alhamdulillah meskipun masih kurang acara ini sudah berjalan dengan lancar dan tertib", ujar Atik selaku ketua pelaksana program kerja JJS (20/01/2019). (FNL)

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Media Tanam Hidroponik dan Pembuatan Briket


Bangkalan - Masyarakat desa Soket Laok pada umumnya berprofesi sebagai Petani. Namun, mereka hanya dapat memanfaatkan lahan ketika musim hujan, sehingga kami memiliki inisiatif untuk memberikan alternatif yang dapat dilakukan masyarakat pada saat lahan tidak dapat dimanfaatkan karena tidak ada hujan, yaitu dengan tanaman hidroponik. 

Tanaman hidroponik merupakan salah satu cara yang efisien bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas untuk penanaman. Karena penanaman hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas untuk pembudidayaannya. Selain itu cara yang digunakan juga cukup mudah dan efisien sehingga dapat diterapkan di desa Soket Laok ini sebagai salah satu kegiatan yang dapat menghasilkan. 

Pada Hari Senin (14/01/2019) pada pukul 15.00 WIB, KKN 54 UTM mengadakan penyuluhan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanaman hidroponik yang dilakukan di Dusun Guwah tepatnya di rumah bapak Sinal (Kepala Dusun Guwah). Dengan mahasiswa KKN sebagai pemateri, menjelaskan manfaat dan efisiensi yang ada dengan menggunakan tanaman hidroponik. Beberapa bibit sayuran digunakan, salah satunya adalah bibit cabai. Peserta penyuluhan kebanyakan adalah kaum ibu-ibu. Hal ini mengingat bahwa perempuan mayoritas adalah ibu rumah tangga selain menjadi petani, sehingga akan mudah nantinya dalam merawat tanaman hidroponik.

Peserta Penyuluhan

Selain penyuluhan pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyuluhan pembuatan briket. Pembuatan briket merupakan salah satu program energi terbarukan yang diadakan tidak lain untuk menanamkan sikap kerja sama atau gotong royong warga betapa pentingnya untuk selalu memanfaatkan hasil alam untuk membuat atau menghasilkan suatu karya ilmiah yang bermanfaat untuk kehidupan yang akan datang, dengan saling bekerja sama untuk membangun satu desa yang lebih maju sisi lain bisa mempererat tali silaturahmi masyarakat. 

Pembuatan briket dilakukan setelah penyuluhan tanaman hidroponik, penyuluhan briket dilakukan oleh Fitria Indah Permatasari salah satu mahasiswa KKN 54 UTM. Dengan menyesuaikan hasil alam desa dan cuaca yang tidak menentu, maka dia memanfaatkan dedaunan kering dan sekam untuk diubah menjadi briket. 

Berbeda dengan hidroponik, banyak warga yang enggan mencoba untuk membuat briket secara langsung. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan dapat dibilang sebagai limbah. Sehingga, meski tidak berbahaya, namun dapat membuat kotor tangan orang yang membuatnya. Hal itu, tidak menjadi masalah mengingat briket cukup dapat membantu kehidupan masyarakat Soket Laok. (FNL)

Pembuatan Hidroponik dan Briket




Minggu, 13 Januari 2019

Bersih Masjidku Nyaman Ibadahku




Bangkalan-Setiap hari Juma't, Kelompok KKN 54 memiliki kegitan rutin yaitu bersih-bersih. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial yaitu kerja bakti. Sasaran dari kegiatan bersih-bersih ini adalah masjid besar yang ada di Desa Soket Laok. Di Desa Soket Laok ini sendiri terdapat 3 masjid besar yaitu di Dusun Guwah, Dusun Duwa' Daging dan Di Dusun Gundul. Ketika masjid tersebut dibersihkan secara bergiliran setiap Jum'atnya. Dimulai dari yang terdekat yaitu di Dusun Guwah, kemudian bergesr ke Dusun Duwa' Daging dan yang terakhir adalah di Dusun Gundul. Kegiatan Jum'at bersih ini menjalin kerjasama dengan pemuda desa dan Ta'mir masjid. namun, karena masih minimnya antusias warga sehingga kegiatan Jum'at bersih ini sendiri masih didominasi oleh anggota kelompok KKN 54 selaku pioner.

Jum'at bersih yang pertama dilakukan di masjid Dusun Guwah tepatnya pada tanggal 4 Januari 2019. Kegiatan dilakukan pada pukul 13.00-15.00 WIB. Pembersihan masjid dilakukan mulai dari mengepel lantai, membersihkan karpet, mengelap kaca, membersihkan kamar mandi dan tempat wudhu serta mencabut rumput liar di halaman masjid. 


Masjid Dusun Guwah

Jum'at bersih yang kedua  dilakukan di masjid Dusun Duwa' Daging tepatnya pada tanggal 11 Januari 2019. Berbeda dengan masjid sebelumnya, kegiatan di masjid Duwa' Daging dilakukan pada pagi hari yaitu pukul 09.00-11.00 WIB. Kegiatan pembersihan masjid kurang lebih sama dengan sebelumnya, hanya saja di masjid ini kelompok KKN 54 bekerja sedikit lebih keras karena keadaan masjid yang dalam proses renovasi sehingga banyak kotoran dan juga membantu membuat tiang atas permintaan dari Ta'mir masjid.

Masjid Dusun Duwa' Daging

Jum'at bersih yang ketiga dilakukan di masjid Dusun Gundul tepatnya pada tanggal 18 Januari 2019. Kegiatan dilakukan pada pukul 07.00-10.00 WIB. Masjid di Dusun Gundul ini berada di kompleks Yayasan An-Najah. Kebetulan setiap hari Jum'at juga terdapat agenda bersih-bersih yang dilakukan oleh siswa, sehingga untuk pembersihan masjid di Dusun ini kelompok KKN 54 tidak terfokus pada masjidnya karena sudah dibersihkan oleh siswa, melainkan area sekitar masjid. Setiap akhir kegiatan, kelompok KKN 54 memberikan kenang-kenangan berupa keset yang bisa dimanfaatkan di masing-masing masjid tersebut. (FNL)

Area Masjid Dusun Gundul



Bersama Perangkat Desa, Mahasiswa KKN 54 Sosialisasikan BUMDES dan E-Marketing

KKN 54 Bersama Perangkat Desa

Bangkalan - Hari Kamis (10/01/2019) Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik 54 Universitas Trunojoyo Madura, pagi tadi, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, telah melangsungkan program kerja Sosialisasi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan E-Marketing yang bertempat di Rumah Kepala Desa Soket Laok. 

Target utama dari kegiatan ini adalah aparatur desa dan pengurus BUMDES. Hal ini dimaksudan agar penjelasan mengenai BUMDES dan Marketing (Pemasaran) lebih terarah dan mudah dipahami. Sebagai langkah awal berjalannya pemasaran dari Desa Soket Laok ke dunia luar. Hingga pada akhirnya selpas masa khidmah KKN 54 di Desa Soket Laok, pengurus BUMDES dan aparatur desa yang bertanggung jawab untuk menjelaskan dan mengajarkan terkait BUMDES ini kepada masyarakat.

Seperti yang telah kita ketahui, BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) merupakan suatu bentuk upaya kemandirian desa yang telah difasilitasi pemerintah berupa anggaran dana yang dikelola pemerintah desa untuk menjalankan usaha. Dana desa tercantum dalam undang-undang RI Nomor 6 tahun 2014 tentang anggaran desa. Desa yang telah dianggarkan oleh pemerintah pusat dapat dimanfaatkan oleh desa dalam membangun sebuah usaha yang dapat memajukan perekonomian. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan BUMDES kepada perangkat desa selaku pimpinan Desa dan juga memperkenalkan E-Marketing sebagai salah satu teknik pemasaran kekinian. E-Marketing ini sendiri sasaran utamanya adalah tentang bagaimana cara penjualan produk unggulan desa KKN 54 yaitu nugget bonggol pisang dan instan temulawak. Hal ini didasari agar selain masyarakat bisa mendapatkan ilmu tentang inovasi olahan pangan, akan tetapi juga sekaligus cara penjualan dan pemasarannya, sehingga kegiatan ekonomi di Desa Soket Laok ini juga lebih maju dan produktif lagi.



Penyampaian Materi BUMDES dan E-Marketing

Sosialisasi disampaikan oleh ibu Rakhmawati, S.Tp., M.T dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura dan Bapak Yudhi Prasetya Mada, S.E., M.E dosen dari Fakultas ekonomi Universitas Trunojoyo Madura. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi terbuka, yang dimoderatori oleh Nadia (Anggota kelompok KKN 54).

Selama sosialisai berlangsung, para perangkat desa sangat antusias menyimak penjelasan dari pemateri. "Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini, bisa menjadikan BUMDES di Desa Soket Laok bisa berjalan dengan baik" ujar bapak Imron selaku Kepala Desa Soket Laok. (FNL)

Penyuluhan Produk Unggulan Desa

Penyuluhan Produk Unggulan Desa
Bangkalan – Hari Selasa (8/1/2019) pada pukul 18.00 WIB, kelompok 54 KKN Tematik Mandiri dari Universitas Trunojoyo Madura yang tengah mengabdi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, malam tadi melaksanakan program kerjanya yang utama yaitu penyuluhan pembuatan produk unggulan desa (nugget bonggol pisang dan instan temulawak).


Pelaksanaan Program Kerja Penyuluhan Pembuatan Nugget

Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan di Dusun Gundul, tepatnya di teras rumah bapak Muhammad (Kepala Dusun Gundul). Antusias yang sangat tinggi ditunjukkan oleh masyaraat Dusun Gundul, mulai dari ibu-ibu, hingga bapak-bapak, dan juga kalangan pemuda. Pnyuluhan dilakukan dengan metode demstrasi, mahasiswa memberikan contoh proses pembuatan, kemudian warga ikut mencobanya. yang pertama dicontohkan adalah proses pembuatan nugget dari bonggol pisang. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan instan Temulawak.

Pelaksanaan Program Kerja Penyuluhan Pembuatan Instan Temulawak

“Program kerja ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Soket Laok khususnya masyarakat Dusun Gundul untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam desanya dengan lebih baik, ujar Bapak Tuki (salah satu perangkat Desa Soket Laok). (FNL)

KKN 54 UTM Goes to School



Bangkalan-Selain kegiatan bimbel dan kelas inspirasi, KKN 54 UTM juga melakukan kegiatan goes to school atau datang ke sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. KKN 54 goes to school ini dilakukan di sela-sela proker utama, artinya mahasiswa tidak datang setiap hari, melainkan hanya beberapa waktu saja sebagai pengisi kekosongan agenda.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu PAUD Ar-Ridhah dan juga SDN Soket Laok 2. Untuk di SDN Soket Laok 1 tidak ada yang mengisi dikarenakan lokasi yang cukup jauh yakni di Dusun Gundul.

Mahasiswa KKN 54 yang melakukan kegiatan goes to school ini biasanya membantu mengisi kelas yang kebetulan kosong (guru berhalangan hadir). Mahasiswa akan mengajar sebagaimana guru pada mestinya, dan mengikuti jadwal pelajaran yang sudah ada. Karena anggota kelompok KKN 54 ini kebanyakan memang dari jurusan Ilmu Pendidikan, sehingga bukan hal sulit bagi mereka untuk dapat beradaptasi di sekolah dan melakukan kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan Mengajar di PAUD Ar-Ridhah

Kegiatan Mengajar di SDN Soket Laok 2

Fitri (salah satu anggota dari kelompok KKN 54), mengaku cukup senang bisa membantu mengajar di SD. Mahasiswa dari jurusan PGSD ini mengatakan, “Ini seperti PLP 3 bagi saya, setelah dulu mengajar ketika PLP 2 saya akhirnya bisa mengajar kembali ke SD.” FNL

Peduli Pendidikan KKN 54 UTM Terjun Ke Sekolah Laksanakan Kelas Inspirasi

Program Kerja Kelas Inspirasi

Bangkalan-“Pendidikan adalah hak setiap warga negara”. Begitulah kiranya bunyi dari salah satu undang-undang di negara Indonesia. Yah, pendidikan harusnya didapatkan oleh semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Kenyataan ini belum sepenuhnya benar, dikarenakan masih belum meratanya pendidikan di Indonesia. Masih rendahnya motivasi anak-anak untuk melanjutkan sekolah terutama ke jenjang pendidikan atas dan perguruan tinggi masih menjadi maslah besar bagi pemerintah Indonesia. Mengingat hal ini, mahasiswa UTM yang sedang melakukan KKN di Desa Soket Laok mencoba untuk sedikit mengubah mindset anak-anak sekitar Soket Laok. KKN 54 UTM membantu anak-anak untuk dapat mengenal arti penting pendidikan bagi kehidupan. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya program kerja Kelas Inspirasi. Kegiatan ini dilakukan di sekolah tingkat dasar yaitu di SDN Soket Laok 2 (06/01/2019) dan SDN Soket Laok 1 (12/01/2019).
Kegiatan kelas inspirasi di SDN Soket Laok 2 dilaksanakan mulai pukul 07.30-09.30 WIB. kegiatan diawali dengan senam bersama. Seluruh siswa berbaris di lapangan dan melaksanakan senam sebanyak 2 kali yaitu senam pinguin dan senam baby shark yang dipimpin oleh mahasiswa KKN 54. Senam ini dilakukan sebagai pemanasan, selain itu agar siswa lebih ceria dan siap menerima materi di dalam kelas nantinya.

Kelas Inspirasi SDN Soket Laok 2

Setelah dilakukan senam, kemudian siswa diajak untuk masuk ke dalam kelas dan menerima materi. Ada hal unik yang dilakukan para mahasiswa KKN ketika mengajak para siswa untuk masuk ke dalam kelas yaitu membuat barisan panjang seperti kereta api sambil menyannyikan lagu "Naik Kereta Api".
Setelah masuk ke dalam kelas siswa kemudian diajak berkenalan terlebih dahulu. Agar relawan pengajar lebih mudah untuk mengingat nama masing-masing siswa, setiap siswa diberikan sebuah topi dari kertas yang berfungsi sebagai ID Card atau tanda pengenal. 
Kelas Inspirasi SDN Soket Laok 2

Setelah berkenalan siswa diajarkan tentang apa itu cita-cita dan berbagai macam profesi. pengajaran dilakukan dengan berbagai metode mulai dari bercerita, menggambar dan permainan. selain dikenalkan berbagai macam profesi, siswa juga diberikan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan. Di akhir kegiatan setiap siswa diminta untuk menuliskan nama dan menggambarkan cita-citanya pada selembar kertas.

Kelas Inspirasi SDN Soket Laok 2

Seperti halnya di SDN Soket Laok 2, kegiatan Kelas Ispirasi di SDN Soket Laok 1 kurang lebih sama, hanya saja kegiatan senam bersama ditiadakan karena keterbatasan tempat.

Kelas Inspirasi SDN Soket  Laok 1

Adanya Kelas Inspirasi di dua sekolah dasar ini mendapat apreasiasi yang baik dari dewan guru dan kepala sekolah baik dari SDN Soket Laok 1 maupun SDN Soket Laok 2. Mereka mengatakan, motivasi seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak agar mereka mempunyai gambaran bagaimana masa depan mereka kelak yang mereka benar-benar inginkan. FNL

Wisata Religi Soket Laok (Buju’ Kambang)

Bangkalan-Desa Soket Laok yang berada di Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan juga memiliki potensi wisata religi. Tepatnya di Dusun Gundul, terdapat sebuah makam atau dalam bahasa Madura disebut “Pesarean” dari seorang tokoh agama bernama KIAI ABDUL QOHHAR atau lebih kenal dengan BUJU’ KAMBANG. Buju’ sendiri berarti SUNAN sehingga BUJU’ KAMBANG berarti SUNAN KAMBANG. Beliau adalah tokoh penyebar agama Islam di Soket Laok.

Pintu masuk kawasan wisata religi Buju’ Kambang

Lokasi makam KIAI ABDUL QOHHAR  ini berada di atas bukit. Untuk dapat melihat makam atau pesareannya kita harus menaiki anak tangga yang berjumlah 144 buah. Makam ini hampir mirip dengan makam Sunan Giri yang ada di Kabupaten Gresik, yang mana terletak di atas bukit dan harus menaiki anak tangga untuk sampai ke lokasi makamnya. Bedannya adalah makam dari Buju’ Kambang ini tempatnya lebih terbuka, masih sama dengan makam pada umumnya. Hanya diberikan pagar di sekeliling dan teras kecil sebagai tempat duduk bagi para pengunjung yang datang untuk berziarah, hal ini dikarenakan tahap perenovasiannya yang masih bisa dikatakan baru, berbeda dengan makam Sunan Giri yang sudah lama dibangun sehingga sudah lebih tertutup dan teduh.


144 Anak Tangga Menuju ke Lokasi Makam

Ketika mengunjungi makam ini, selain bisa berziarah kita juga dapat menikmati keindahan alam Soket Laok dari atas bukit. Pada musim penghujan, pemandangan akan terlihat lebih indah karena nuansa hijau yang mengelilingi desa Soket Laok sangat meneduhkan mata kita.

Pemandangan di Sekitar Buju' Kambang

Makam BUJU’ KAMBANG ini oleh pemerintah Desa setempat akan terus dipromosikan sebagai salah satu tempat wisata religi, yang nantinya diharapkan bisa mengembangkan potensi Desa Soket Laok pada khususnya. Usaha memperbaiki infrastruktur dan akses jalan yang baik menuju makam juga terus diusahakan. (FNL)

Makam Buju’ Kambang di Dusun Gundul Desa Soket Laok

Bantu Anak-Anak Untuk Belajar, Mahasiswa KKN 54 UTM Laksanakan Bimbel di Rumah Pintar Soket Laok

         
Kegiatan Bimbel di Rumah Pintar

        Bangkalan-Agenda setiap malam, KKN 54 UTM yaitu melaksanakan kegiatan bimbel. Antusias yang cukup tinggi ditunjukkan oleh anak-anak Soket Laok yang didominasi oleh siswa SDN Soket Laok 2. Kegiatan bimbel ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 19.00 – 20.30 WIB bertempat di posko putra KKN 54 UTM yang berada di depan rumah Bapak Imron (Kepala Desa Soket Laok). Lokasi tempat dilaksanakannya bimbel ini kemudian dinamai oleh teman-teman mahasiswa KKN 54 UTM sebagai “Rumah Pintar Soket Laok” dengan harapan besar bahwa di tempat tersebut, anak-anak Soket Laok khususnya dari dusun Guwah bisa menambah sedikit pengetahuan mereka dari mahasiswa KKN 54 UTM. Adanya kegiatan bimbel di “Rumah Pintar Soket Laok”, diharapan dapat membantu dan memberikan motivasi anak-anak Soket Laok agar semangat untuk belajar.
Konsep bimbingan atau proses pengajaran dilaksanakan dalam bentuk kelompok belajar kecil. Pembagian pengajaran didasarkan pada tingkatan kelas masing-masing anak, karena mayoritas adalah siswa SD sehingga rombel dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok belajar ini akan didampingi oleh 2 sampai 3 orang tutor dari mahasiswa KKN 54 UTM.
Materi yang diajarkan dalam kegiatan bimbingan belajar ini cukup beragam, dimulai dari mata pelajaran sehari-hari hingga tips-tips sederhana dalam belajar. Tak ketinggalan pula, kegiatan bimbel juga diisi dengan lagu-lagu dan games sederhana sebagai ice breaking agar siswa juga tidak jenuh ketika mengikuti kegiatan bimbel tersebut.

Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Belajar
“Kegiatan bimbel ini masih kurang maksimal, sebab yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan hanyalah anak-anak dari Dusun Gowah.” Tegas Ita selaku Koordinator Desa kelompok KKN 54 UTM (06/01/2019). Kenyataan tersebut memang benar adanya, anak-anak dari dusun-dusun lain seperti Pang Macan, Batu Kerang Atas, Batu Kerang Bawah, Dhuwa’ Daging, dan Gundul belum bisa berpartisipasi dalam kegiatan bimbel. Hal ini dikarenakan akses yang terlalu jauh, ditambah lagi jalan yang sepi ketika malam hari sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah jalan ketika anak-anak berangkat menuju ke “Rumah Pintar”. Untuk dapat mengatasi masalah tersebut, didapatkanlah solusi yaitu mengadakan bimbel pada hari Jum’at sore bertempat di SDN Soket Laok 2. Dengan demikian, anak-anak Soket Laok yang rumahnya lumayan jauh dari “Rumah Pintar” dapat mengikuti kegiatan bimbel. Namun, kegiatan ini memang hanya dapat dilakukan sekali dalam seminggu karena keterbatasan waktu. Hal ini dikarenakan, selain hari Jum’at anak-anak ada jadwal sekolah madrasah setiap sore hari.

Bapak Imron selaku Kepala Desa Soket Laok mengaku turut senang melihat anak-anak yang semangat belajar dan mengikuti bimbel dengan antusias. Bapak Imron yang juga sangat peduli terhadap pendidikan ini, berharap semangat belajar anak-anak tersebut akan tetap ada dan tidak pudar sampai nanti walaupun KKN 54 UTM sudah tidak bertugas kembali di Desa Soket Laok. (FNL)

Bangkitnya Silat Kancil Maruto

Bangkalan-Seperti halnya terdapat di daerah lain, di Desa Soket Laok juga memiliki kesenian silat tradisional. Kelompok silat Desa Soket Laok ini dinamakan silat “Kancil Maruto”. Kenapa dinamakan Kancil Maruto? Karena sebagian besar gerakannya didominasi oleh gerakan yang menyerupai gerakan binatang kancil.

Kegiatan Latihan Kelompok Pencak Silat Kancil Maruto

Pendiri dari kelompok silat ini adalah bapak Romli. Nah, untuk saat ini kelompok Pencak ini diketuai oleh bapak Sutomo. Sebenarnya silat ini sudah ada sejak lama, namun sempat mengalami kevakuman, sehingga sempat menghilang. Namun, sekarang telah dibangkitkan lagi. 

Kgiatan latihan kelompok pencak silat ini, dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu setiap malam rabu dan malam senin. Khusus untuk latihan pada malam rabu dilaksanakan di halaman rumah bapak Apel dusun Guwah yaitu Bapak Sinal. Latihan dimulai sejak pukul 20.00 - 22.00 WIB.

Setiap kelompok pencak pasti memiliki ciri khasnya masing-masing, begitupun dengan kelompok pencak “Kancil Maruto”. Kelompok pencak ini memiliki ciri yaitu adanya musik pengiring yang mengikuti setiap latihan. Alat musik yang digunakan adalah beberapa buah kendang dan bass. Personil dari penabuh pengiring musik pencak ini kebanyakan adalah bapak-bapak, kenapa? karena para pemudanya sedang fokus berlatih silat. 

Grup Musik Pengiring Pencak

Kelompok silat “Kancil Maruto” memiliki 2 tingkatan. Tingkatan yang pertama dengan ciri sabuk berwarna merah, dan tingkatan kedua adalah yang bersabuk biru.

Untuk saat ini anggota dari kelompok silat “Kancil Maruto” ini adalah anak-anak laki-laki dan golongan pemuda saja, untuk golongan anak-anak dan remaja putrid masih sedikit peminatnya.
“Silat ini sudah turun-temurun dari leluhur jaman dahulu, sehingga perlu untuk dilestarikan. Oleh sebab itulah kelompok pencak silat ini didirikan kembali”. Tegas bapak Sinal selaku Apel Dusun Gowah (08/01/2019). (FNL)

Selasa, 01 Januari 2019

Kegiatan Malam Tahun Baru Ala Anak KKN 54 UTM dan GPS (Gerakan Pemuda Soket Laok)

Bangkalan – Hari Senin (31/12/2018) pada pukul 19.00 WIB, kelompok 54 Kuliah Kerja Nyata Tematik Mandiri dari Universitas Trunojoyo Madura yang tengah mengabdi di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, malam tadi melaksanakan program kerjanya yang pertama yaitu nonton bareng bersama warga dan perkumpulan pemuda Soket Laok atau yang dikenal dengan GPS (Gerakan Pemuda Soket Laok) untuk menyambut malam pergantian tahun baru 2019.

 Pelaksanaan Program Kerja Nonton Bareng (NoBar) dan Bakar Ikan

Acara nonton bareng ini dilaksanakan di Dusun Gowah, tepatnya di halaman rumah bapak Imron (Kepala Desa Soket Laok) yang dikemas dengan konsep lesehan agar suasana lebih santai. Dalam acara tersebut akan diputarkan sebuah film yang berjudul “Sarjana Kambing” yang diharapkan dapat memotivasi pemuda dan anak-anak Soket Laok untuk lebih sadar tentang pentingnya pendidikan dan peran pemuda bagi masyarakat. Acara juga akan diisi dengan kegiatan bakar ikan dan makan bersama yang merupakan agenda rutinan yang dilakukan oleh anak-anak GPS pada malam pergantian tahun.

“Program kerja ini dimaksudkan sebagai upaya pengakraban kepada masyarakat dan pemuda Desa Soket Laok khususnya di Dusun Gowah”, ujar Ita selaku Koordinator Desa Kelompok KKN 54. Dengan adanya program kerja nonton bareng ini juga sekaligus sebagai ajang promosi kelompok KKN 54 kepada masyarakat luas. (FNL)

Video Profil Desa